Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Game Development
  2. Unity
Gamedevelopment

Membuat Arkanoid Dengan Unity: Pengaturan Proyek

Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Build Arkanoid With Unity.
Build Arkanoid With Unity: Player and Ball Mechanics

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Aditia Dwiperdana (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Dalam seri tutorial ini, saya akan perlihatkan bagaimana cara membuat game klasik Arkanoid (atau Breakout), menggunakan native tool 2D dari Unity. Pada setiap post, saya akan fokus ke suatu bagian dari game; pada post ini, kita akan atur proyek dan assetnya.

Perkenalan

Untuk siapa tutorial ini?

Tutorial ini ditujukan ke dua kelompok orang:

  • Orang yang belum familiar dengan Unity sama sekali.
  • Orang yang sudah familiar dengan Unity, tapi bukan tool 2D dari Unity.

Saya asumsikan kamu sudah memiliki kemampuan programming, jadi saya tidak membahas kode terlalu dalam.

Untuk mengikuti tutorial ini, kamu perlu mengunduh aplikasi Unity.

Inti dari tutorial ini

Pada tutorial ini, kita akan fokus sepenuhnya pada perangkat 2D pada Unity. Tujuannya adalah membahas perangkat tersebut dan menyediakan pengetahuan agar kamu bisa menggunakan Unity untuk membuat game 2D dan aplikasimu sendiri, walau kamu belum pernah menggunakan Unity sebelumnya.

Fitur utama yang diperkenalkan pada perangkat 2D Unity diantaranya:

  • Tipe asset baru, Sprite, yang didefinisikan oleh tekstur 2D, sebuah persegi, dan titik pivot.
  • Komponen renderer baru bernama SpriteRenderer.
  • Mode tampilan 2D yang baru.
  • Box2D physics engine dan sekumpulan komponen physics 2D, komponen rigid-body, dan beberapa collider.
  • Sebuah atlas, atau sprite atlas.

Tutorial ini membahas semuanya, kecuali atlas.

Pratinjau Akhir

Lihatlah demo ini untuk melihat apa yang kita coba buat sepanjang seri ini:

Dan inilah yang akan kita buat di akhir post:

Pengaturan Proyek

Jalankan Unity dan buat proyek baru dengan memilih New Project... dari menu File. Project Wizard akan muncul:

Tentukan lokasi proyek (di manapun yang kamu inginkan), pilih 2D pada kotak Set up defaults, dan jangan pilih paket template. (ini adalah paket template sesuai dengan namanya, yang akan secara otomatis mengimpor dan menyiapkan konfigurasi dan asset tertentu.

Klik Create Project; editor akan te rbuka dan kamu akan lihat sesuatu yang seperti ini:

Ini adalah susunan dasar editor. Kamu bisa bekerja dengan susunan apa saja yang membuat kamu nyaman, tapi sebaiknya kita menggunakan susunan yang sosok dengan proyek yang dikerjakan, karena akan meningkatkan produktifitas. Jika kamu baru menggunakan Unity, saya sarankan mengikuti susunan ini; jika tidak, silakan lewati bagian ini.

Editor Unity terdiri dari tab, masing-masing tab memiliki informasi tertentu. Susunan layar mengubah organisasi dan peletakan masing-masing tab. Kamu akan memiliki tab untuk debugging, asset, scene, inspector, dan lain-lain.

Di pojok kanan atas, kamu akan lihat menu drop-down bernama Layout. Klik menu tersebut dan pilih opsi Tall. Editormu akan berubah secara otomatis, dan terlihat seperti ini:

Alasan utama mengatur susunan ini agar kita bisa akses mudah ke hierarki scene, asset proyek, inspector, dan konsol debugging. Konsol masih tidak ad, jadi tambahkan dengan klik Window > Console.

Kamu akan lihat layar konsol melayang, Untuk menempelkannya ke editor, geser ke bawah tab Scene.

Sekarang kamu sudah memiliki semua pada tempatnya, kamu perlu menyimpan susunan agar bisa digunakan di proyek lain atau mengembalikannya jika dirasa perlu mengubah susunan selama pengembangan game.

Untuk menyimpan susunan saat ini, klik Layout > Save Layout. Kamu akan diminta mengisi nama; karena kamu membuat susunan untuk game 2D, kamu bisa namakan My2DLayout. Klik Save dan kamu punya susunan yang bisa kamu gunakan kembali.

Jika kamu mau, kamu bisa mencoba semua susunan untuk melihat perbedaan masing-masing.

Mengorganisasi proyek dan mengimpor asset

Sekarang kamu sudah memiliki editor yang siap digunakan, saatnya untuk mengimpor dan mengelola aset. Langkah ini sangat penting untuk produktifitas. Pengelolaan utama proyek tersedia di tab Project. Saat ini masih sanagt kosong, karena hanya ada folder Assets.

Walau langkah ini tidak wajib, kita sarankan kamu mengelola asset dengan cara yang intuitif, apalagi kalau bekerja dalam proyek besar. Mulai dengan membuat folder dengan nama-nama berikut (klik kanan Assets dan pilih Create > Folder):

  • Sprites
  • Scripts
  • Sounds
  • Music
  • Levels

Sekarang kamu sudah mengatur folder proyek, waktunya untuk mengimpor aset untuk game. Kamu bisa menemukannya di folder tutorial_assets pada repo Github tutorial ini. (Kamu bisa klik Download ZIP di halaman tersebut jika tidak familiar dengan GitHub.) Perlu diketahui folder ini mencakup aset untuk keseluruhan seri tutorial, jadi ada beberapa yang tidak akan kamu gunakan sampai tutorial berikutnya.

Untuk mengimpor kamu cukup menggeser folder aset ke Unity editor di bawah folder target yang ingin kamu tambahkan. Jadi, buka file yang baru kamu unduh, pilih isi dari folder Sprites, dan geser ke folder Sprites di Unity. Editor akan membuka file-file tersebut. Ulangi proses tersebut untuk folder Music dan Sounds; begitu selesai, kamu akan memiliki susunan seperti ini:

Menyiapkan scene untuk level pertama

Sekarang kita sudah mengatur susunan layout di Unity, mengelola proyek, menyimpan aset di tempatnya, saatnya untuk membuat level pertama kita.

Unity bekerja dengan scene. Scene bisa digunakan untuk menyimpan objek game, menu, level, dan objek game lain. Cara intuitif untuk mengerti konsep scene adalah untuk melihat scene sebagai level individu di mana kamu akan tempatkan bahan, membuat lingkungan, musuh, dan lain-lain. Sekarang kita buat scene pertama kita.

Awalnya, saat kamu membuat proyek baru, Unity secara otomatis membuat scene baru. Dalam hal ini, kamu akan memiliki scene dengan satu objek, Main Camera. Kamu bisa memeriksa objek yang kamu miliki dalam scene pada tab Hierarchy.

Kamu juga bisa menggunakan hierarki scene untuk mengelola objek game dalam scene. Ingat saat memilih objek game dari scene, kamu bisa mengubah propertinya menggunakan Inspector.

Tambahkan Sprite untuk latar belakang level sebagai objek pertama: pada tab Hierarcy, klik Create > Sprite. Ubah namanya menjadi Background (tekan Enter atau via isian pertama di tab Inspector).

Kamu bisa lihat field Sprite di bawah Sprite Renderer kosong.  Artinya tidak ada sprite yang dialokasi untuk objek ini. Mari kita ubah: geser aset background1.png dari folder Background ke field ini. Teksturnya akan muncul di scene.

Sekarang jika kamu berpindah ke tab Game, kamu bisa melihat pratinjau scene seperti nantinya akan muncul di game. Kamu bisa juga mengubah resolusi di tab ini. Pada tutorial ini, kita gunakan opsi Standalone (1024x768) sebagai resolusi (kecuali demo pada halaman ini, yang lebih kecil).

Seperti yang bisa kamu lihat, latar belakang dikelilingi warna biru. Ini karena gambar tidak memenuhi keseluruhan layar, jadi kamu perlu mengubah skalanya. Di Inspector, ubah Scale menjadi 4 pada sumbu X dan Y. Ini akan membuat latar belakang memenuhi keseluruhan area permainan. Lalu pastikan Order in Layer diatur menjadi 0: saat bekerja dengan sprite, Unity menggunakan layer untuk menggambarnya, artinya nilai lebih rendah digambar pertama (dan tampil di belakang), dan nilai lebih tinggi akan digambar terakhir (dan tampil di depan). Karena ini adalah sprite untuk latar belakang, kamu ingin posisinya 0, gambar pertama yang digambar.

Langkah berikutnya adalah membuat batasan game; kita akan tambahkan tiga Sprite (Top, Left, dan Right) yang akan menjadi tembok untuk game. Tambahkan tiga Sprite, menggunakan proses yang sama seperti sebelumnya, dan gunakan aset bar1.png dan bar2.png sebagai gambarnya. Untuk mengatur posisi dan ukuran bar, pindah ke tab Scene dan atur ukuran bar satu-per-satu. Jangan lupa untuk mengubah Order in Layer menjadi 1 untuk setiap bar.

Di akhir kamu akan memiliki susunan seperti ini:

Tembok akan menjadi objek statis, dan semuanya akan memiliki perilaku yang sama, jadi kita kelompokkan dalam satu game object. Untuk melakukan ini, buat sebuah game object kosong dengan klik Game Object > Create Empty di baris menu di atas layar.

Editor akan membuat game object kosong pada scene. Sekarang geser tiga objek bar dari tab Hierarcy ke game object kosong yang baru kita buat. Objek bar akan menjadi sub-object dari objek tersebut. Ubah nama objek baru menjadi Bars agar kita ingat isinya apa.

Objek yang tersisa adalah bola, paddle pemain, dan blok. Untuk sekarang, kita akan tambahkan satu untuk tiap jenis. Sama seperti sebelumnya, tambahkan Sprite untuk tiap objek dan atur Order in Layer menjadi 1.

Kamu akan memiliki sesuatu seperti ini:

Kita akan simpan scene kita sebagai level pertama. Pilih File  > Save Scene as..., beri nama Level1, dan simpan dalam folder Levels.

Berikutnya

Ini mengakhiri bagian pertama dari sieri ini. Kamu sudah memiliki proyek Unity, semua aset yang dibutuhkan, dan arsitektur level pertama. Berikutnya, kita akan membuat paddle dan bola bergerak.

Jika kamu punya pertanyaan atau masukan tentang apa yang sudah kita bahas, jangan ragu untuk menulis komentar di bawah.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.