Advertisement
  1. Game Development
  2. Marketing
Gamedevelopment

Open Graph Stories: Rahasia Meningkatkan Viralitas di Game-Game Facebook

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Mark adalah seorang pria berusia tujuh belas tahun; tiap pagi dia bangun terburu-buru untuk berangkat sekolah. Dia sarapan sambil berdiri, minum kopi cepat-cepat, meraih tas ranselnya, kunci rumah, dan smartphone lalu lari supaya tidak ketinggalan bus.

Ketika busnya datang, Mark adalah yang pertama naik, dan dia selalu mencoba menemukan tempat di belakang, jauh dari pintu dan hingar bingar pagi hari. Di sana, di antara orang-orang yang dekat dengannya, dia melakukan apa yang dikerjakan semua remaja di dunia di pagi hari: memeriksa pesan di WhatsApp, membaca sejumlah kiriman di Facebook, memberikan dua atau tiga bintang pada cuitan cewek yang disukainya, melihat-lihat foto teman di Instagram, dan dengan cepat melihat sejumlah kiriman di Tumblr.

Mark melakukan aktivitas rutin paginya secara otomatis seakan tanpa sadar, ketika tiba-tiba ada notifikasi Facebook di smartphone-nya: Lucas telah mengalahkkan Fanged Megabunny yang mengancam kota Grayport.

Tanpa berpikir dua kali, Mark mengetuk notifikasinya dan langsung memainkan Dungeons and Rabbits dengan temannya, Lucas.

Bagaimana Game Sosial Bekerja

Di sini kita menyaksikan berfungsinya viralitas di game sosial—permaainan yang berbasis kemungkinan interaksi antar pemain melalui jaringan sosial.

Game-game sosial ini punya struktur yang sangat khusus dan relatif baru, jadi saya akan menjelaskan secara singkat definisi-definisi kunci terkait tipe game ini.

  • Retensi mengindikasikan berapa banyak pemain yang tetap terikat dengan game tertentu setelah sekian waktu. Biasanya ini mengindikasikan seberapa disukai game ini, dan seberapa kesuksesannya.

  • Monetisasi mengindikasikan berapa banyak pemain yang menggunakan uangnya di game tersebut.

  • Viralitas adalah kemampuan game untuk menyebar dan menarik pemain lainnya, menggunakan mekanisme berbasis jaringan seperti undangan atau permintaan bantuan.

Mungkin viralitas adalah yang paling diabaikan dari tiga elemen tersebut, tetapi saya menganggapnya yang paling penting—bahkan jika sejumlah orang menolaknya karena menganggap spam, sesuatu yang tidak etis untuk dihindari. Marilah kita temukan mengapa ini adalah kunci sukses suatu game sosial.

Apakah Akuisisi Pengguna Berbayar (Paid User Acquisition) Itu?

Biasanya untuk menarik perhatian para pemain untuk game "tradisional" (misalkan game konsol kotak), kita menggunakan periklanan, di TV, di majalah, atau di tempat lainnya.

Dengan game-game sosial, kita bisa menggunakan sistem yang serupa, membeli ruang iklan di jaringan sosial. Inilah yang disebut "akuisisi pengguna berbayar" karena pada hakikatnya Anda berupaya membeli pengguna. Tiap jejaring sosial punya tarif yang berbeda, tergantung pada target yang dipilih; usia, ketertarikan, jenis kelamin, dan kebangsaan menentukan estimasi biaya untuk mengiklankannya.

Dasbor Facebook Ads

Sebagai contoh: untuk memasukkan seorang pemain Amerika baru ke game Anda di Facebook, Anda harus menghabiskan $2. Untuk memasukkan pemain Indonesia baru ke game, Anda harus mengeluarkan $0,2.

Ada apa dengan perbedaan harga tersebut? Harga diestimasi berdasarkan probabilitas monetisasi. Seorang pemain game dari Amerika, rata-rata, lebih mungkin mengeluarkan uang di game Anda daripada pemain game asal Indonesia. Oleh karena itu harganya lebih mahal ketika menyasar pasar Amerika, karena ada banyak sekali perusahaan yang akan mencoba untuk mendapatkan para pemain tersebut, jadi Anda harus mengalahkan mereka.

Opsi penawaran Ad

Mengapa Anda harus menghindari Akuisisi Pengguna Berbayar melalui Iklan Sosial

Jika Anda melakukan sedikit kalkulasi, Anda akan mendapati bahwa biaya untuk menjadi host pemain berjumlah besar (misalnya: satu juta pemain) bisa sungguh-sungguh memungkinkan. Dan jika Anda tidak yakin apakah game Anda akan dinikmati (sehingga pemain bisa menggunakan uangnya), menginvestasikan banyak uang untuk akuisisi pemain bisa menjadi pertaruhan yang besar.

Selain itu, Anda harus sangat bagus dalam menentukan audiens target Anda, karena jika Anda menyasar audiens yang salah, secara nyata Anda buang-buang uang saja (jika saya membuat game sepak bola dan mengiklankannya pada para fans basket, risikonya adalah para pengguna itu membuka gamenya, melihat apa itu, dan langsung menutupnya). Dan agar menjadi bagus dalam penargetan, dibutuhkan untuk mengandalkan pada ahli di bidang tersebut (yang ini butuh banyak uang), atau mendapat pengalaman melalui berbagai uji coba (yang mungkin butuh lebih banyak uang).

Lalu, apa solusinya?

Mengapa Viralitas Begitu Penting

Solusinya terletak pada viralitas. Jika tiap pengguna yang Anda dapatkan bisa menarik pengguna lain ke permainannya, yang Anda peroleh adalah akuisisi pemain dengan harga jauh lebih rendah daripada akuisisi pengguna berbayar berbasis iklan.

Kita bisa memberikan definisi baru untuk viralitas: kemampuan untuk mengurangi biaya akuisisi pengguna. Dilihat dari sudut pandang ini, viralitas bukan lagi sesuatu yang bisa diremehkan.

Open Graph Stories

Saya belajar sendiri tentang ini semua ketika mengerjakan suatu permainan roleplay untuk Facebook. Sayangnya game itu ditutup beberapa bulan lalu dan saya tidak bisa membagikan tautannya. Saya tidak akan terlalu banyak memberikan detail mengapa proyeknya ditutup; akan saya beri tautan ke artikel-artikel saya sebelumnya untuk memahami betapa sulit membuat video game secara serius di Italia.

Tetapi akan saya sampaikan tentang bagaimana saya menemukan pentingnya viralitas.

Setelah menyimpan game tersebut dalam versi beta yang tertutup selama hampir satu tahun, kami memutuskan untuk secara resmi meluncurkannya secara global. Segera setelahnya, kami mendapati masalah terkait mendapatkan pengguna, dan kami mulai berpikir tentang mekanisme apa yang bisa digunakan untuk mendorong pengguna game menghubungi teman-temannya.

Tiap fitur punya dua kelemahan: pertama, fiturnya mengharuskan pengguna mengonfirmasi aksinya untuk mengirim permintaan (sebagai contoh: panggilan untuk meminta pertolongan apabila karakter Anda kehabisan energi); kedua, permintaan konfirmasi akan berakhir di Pusat Notifikasi Facebook, tersembunyi di antara ribuan laporan komentar, grup, even, tag, poke, dan sebagainya.

Persentase viralitasnya sangat rendah: kami membayar untuk mendapat 1.000 pengguna, dan mereka hanya menarik 100 pengguna lain dari kiriman mereka. Viralitasnya 0,1: mungkin metrik terburuk yang pernah dilihat dunia.

(Untuk menghitung viralitas, rumusnya adalah VUsers / BUsers , VUsers adalah jumlah pengguna yang memasuki game melalui permintaan seorang teman, dan BUsers adalah jumlah pengguna yang didapatkan melalui iklan.

Ketika Facebook menemukan Open Graph Stories, yang mungkin adalah fitur terbaik bagi game-game di jejaring sosial yang pernah diperkenalkan.

Berikut adalah contoh Open Graph Stories sebagaimana tampil di Facebook.

Suatu contoh Open Graph Story, dari dokumentasi resmi.

Sebagaimana bisa Anda lihat, dari segala sisi ini tampak seperti kirimn oleh seorang pengguna. Dan ini akan tampil di news feed teman pengguna—tempat yang paling terlihat oleh semua orang. Dan yang terpenting, akan diterbitkan secara otomatis.

Bagaimana? Mudah saja: jika anda membuat suatu game yang mengandalkan teknologi Facebook (termasuk permainan--permainan iOS dan Android, jika Anda menggunakan Facebook API), Anda bisa menggunakan panel admin untuk mendefinisikan cerita yang akan Anda terbitkan, menulis judul, gambar, deskripsi, dan tautan.

Suatu bagian dari panel admin.

Di titik ini Anda bisa menghubungkan Story ke suatu aksi di game, dan selesai! Tiap kali seorang pemain melakukan aksi tersebut, suatu Story akan dikirimkan ke dinding mereka.

Apa yang Dilakukan Open Graph bagi Kita

Setelah mengimplementasikan Open Graph Stories, viralitas game kami naik tajam, kami membayar untuk mendapat 1.000 pengguna dan kali ini mereka membawa 700 pengguna baru—viralitasnya baik dari 0,1 ke 0,7!

Jelas ini baru permulaan saja. Kami tahu bahwa kami harus menaikkan hasilnya: viralitas yang bagus adalah 1.0 atau di atasnya. Meskipun demikian, dengan sedikit upaya, kami telah memperbaiki titik lemah game ini dalam satu tembakan, berkat fitur tersebut.

Meningkatkan viralitas game Anda dengan iterasi di Open Graph Stories dapat dilakukan dengan mudah: Anda bisa menguji gambar atau pesan yang diterbitkan, mencoba untuk memilih yang paling menarik atau yang paling memikat. Sepanjang pengujian kami, misalnya, kami mendapati bahwa suatu gambar secara khusus lebih menarik perhatian daripada suatu altenatif lainnya.

Kami menemukan ini melalui uji A/B. Dalam suatu uji A/B, para pemai dibagi dalam dua kelompok (kelompok A dan kelompok B), dan tiap kelompok diberi versi game yang sedikit berbeda. Setelah beberapa hari, kami periksa analisisnya untuk memahami versi mana dari keduanya (jika ada) yang kinerjanya lebih baik.

Dalam hal ini, kami memberi dua kelompok tersebut dua gambar yang berbeda: yang satu memiliki mood hitam (adegan perkelahian, dengan darah dan bayangan) dan satunya mood terang (adegan reward, dengan harta karun dan pahlawan perempuan dari jarak dekat). Salah satu gambar ditampilkan di Open Graph Story tiap kali seorang pemain menyelesaikan ruang bawah tanah pertama.

Setelah beberapa hari, analisis menunjukkan bahwa hanya 31% teman pemain dari kelompok A yang mengklik gambarnya, dibandingkan 58% teman pemain kelompok B. Jadi kami menemukan bahwa para pemain potensial lebih menyukai mood positif dibandingkan mood gelap (dan ini cukup mengejutkan, karena proyeknya adalah game roleplay).

Kesimpulan

Secara singkat, Open Graph Stories adalah alat yang sangat hebat yang tidak bisa diremehkan oleh pengembang game Facebook manapun. Jika Anda ingin yang lebih terperinci tentang bagaimana menggunakan Open Graph, periksa dokumentasi resminya di sini: Open Graph Stories.

Sekarang saya permisi, karena setelah mengecek Facebook saya menemukan bahw Black Farbunny sedang menyerang kekaisaran Melniboné, jadi saya harus pergi!

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.