Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Game Development
  2. For Kids
Gamedevelopment

Pengembangan Game untuk Anak

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Aditia Dwiperdana (you can also view the original English article)

Baru-baru ini, anak laki-laki saya yang berumumur 4 tahun bertanya, "Ayah, apakah kita bisa membuat game bersama?" Apakah bisa jadi sebuah game tentang kucing?"

Saya adalah seorang ayah gamedev. Saya sudah membuat lebih dari 35 game sendirian: sebagian besar berupa game kecil gratis hasil entri dari event game jam, tapi banyak juga proyek dari klien. Jawabannya adalah ya, tentu saja, karena setiap orang tua senang membagikan minatnya dalam hidup dengan anggota keluarganya.

Saya mengajarinya konsep desain dan koding, tapi saat dia menggambar sesuatu dengan krayon dan saya mengubahnya menjadi 3D game saat dia duduk di pangkuan saya adalah proses yang sangat kolaboratif.

Proyek tersebut terus mendapat kesuksesan. Saya ingin berbagi pengalaman dengan harapan kamu juga akan bisa menikmati proses pembuatan game dengan seorang yang lebih muda dalam hidup kamu.

Kitty Game

Kenapa harus game?

Keuntungan dari eksposur terhadap STEM (science, technology, engineering, and math) sudah menjadi lebih jelas beberapa tahun terakhir ini. Tidak ada orang tua yang perlu menjelaskan bahwa pengetahuan ini penting, bukan hanya karena pekerjaan di masa depan, tapi karena teknologi sudah ada di sekeliling kita. Memahami bagaimana dunia bekerja di sekitar kita adalah kunci proses pendewasaan, dan mengajari anak kita tentang dunia adalah tujuan utama sebagai orang tua.

Sayangnya, banyak yang berpikir duduk dan mengajarkan anak ajabar di usia yang muda seperti itu adalah tugas yang sangat sulit. Dan banyak yang bertanya bagaimana anak kecil (yang belum bisa mengerti matematika atau belum bisa membaca) bisa mengerti bagaimana cara pembuatan sebuah game. Untungnya, mendorong anak untuk belajar proses pembuatan game sangat terbantu karena satu alasan.

Game itu keren

"Ini adalah sesuatu yang bisa merubah sekumpulan monster kecil yang liar dan ribut menjadi sosok kreatif yang secara tulus semangat untuk belajar." -- Gabriel Williams, ProCore3D

Anak-anak suka bermain dan membuat sesuatu. Ada kepuasan yang sangat besar jika berhasil membuat sesuatu. Proses itu menguatkan mereka, memberi mereka rasa pencapaian dan harga diri; sesuatu yang bisa mereka bilang sebagai karya mereka.

Jangan lupa bahwa membuat game adalah sesuatu yang bisa dipamerkan anak-anak tersebut ke teman-temannya: gamedev secara resmi memang keren. Ini adalah hal yang bisa dan seharusnya dimanfaatkan oleh para guru.

Anak-anak lebih pintar dari yang kita kira

Bayangkan pandangan seorang anak empat tahun tentang dunia. Mereka mungkin tidak mengerti prinsip fisika, tapi mereka tahu bahwa benda jatuh ke tanah jika dijatuhkan, mereka tahu bola memantul dari tembok, dan mereka tahu mobil bisa bergerak dengan cepat dengan bantuan roda.

Ada banyak cara untuk bereksperimen di dalam parameter sederhana ini; kamu tidak perlu bagaimana cara menghitung hasil dot product untuk menjelaskan collision response, dan restitusi, dan anak-anak tahu beberapa benda lebih licin dari benda lain. Gaya gesek, gaya perlawanan, dan konsep lain yang berhubungan dengan fisika Newton benda keras adalah topik yang cocok untuk rasa ingin tahu anak kecil.

Anak-anak menyukai fisika

Terdengar aneh? Tidak ada anak yang tidak mendapat kesenangan dari menghancurkan menara balok, atau melempar kereta jauh dari jurang, atau melempar bola salju. Dalam istilah game, mudah untuk membayangkan seorang anak ingin mencoba mekanik game yang terinspirasi dari Angry Birds (sebuah simulasi balistik).

Fisika membuat anak-anak bisa melakukan berbagai hal yang tidak bisa mereka lakukan di dunia nyata. Mereka bisa menghancurkan mobil atau mendorong gedung ke mana saja. Mereka bisa melompat-lompat dan menyebabkan kekacauan secara umum. Feedback instan dari sebuah simulasi fisika inilah kenapa saya menyarankan membuat game dengan real-time physics.

Dengan mengimplementasi simulasi fisika dalam kode game yang kamu buat, anak-anak bisa bereksperimen tentang sebab dan akibat sesuai keinginan mereka dengan membuat kubus, bola, dan berbagai benda lain dan melemparnya ke sana kemari dan mendorongnya dari jurang menggunakan suatu kontroller karakter sederhana.

Keuntungan untuk orang dewasa

"Untuk anak perempuan saya, keuntungannya adalah mendapatkan waktu berdua saja dengan ayah yang biasanya sibuk dan banyak kegiatan. Sebenarnyan bisa aktifitas apa saja. Fokusnya dalah tentang kebersamaannya" -- Ryan Henson Creighton, Untold Entertainment

Dengan menjalankan proyek kreatif bersama, kamu juga membantu diri kamu sendiri. Ada banyak keuntungan untuk kita sebagai mentor, dari interaksi personal dalam memimpin sampai menjalin ikatan, sampai fakta sederhana bahwa mengajarkan sesuatu biasanya membantu kamu mempelajarinya dengan lebih baik.

"Tidak ada cara lebih baik untuk merasa kembali bersemangat atau terinspirasi selain de ngan interaksi dengan anak-anak, terutama karena imajinasi mereka tidak memiliki batasan." --Stacey Mulcachy YoungGameMakers

Bekerja dengan anak-anak menyegarkan kembali imajinasi dan motivasimu. Mengalahkan kritik internalmu, dan membangunkan lagi anak di dalam diri, siap untuk bermain dengan tulus dan tidak egois.

Bagaimana saya melakukannya

Ini adalah cerita saya pribadi. Game tersebut adalah sebuah yang masih berjalan, yang dikerjakan di kantor rumah saya. Tidak semua nasihat di sini akan cocok untuk kondisi personal kamu, dan murid-murid saya mungkin berbeda dengan kamu, tapi dengan keberuntungan, beberapa kebijaksanaan yang saya pelajari dalam membuat game dengan anak pra-sekolah akan membantu kamu dalam tujuan kamu sendiri.

Pastikan berbagai hal tetap sederhana

Salah satu kunci untuk menjaga perhatian anak adalah dengan membuat suatu hal sangat pendek. Tidak ada yang merusak kesenangan belajar lebih besar daripada rasa bosan. Kamu hanya punya waktu 20 menit.

Jika kamu bekerja dengan yang sangat muda, jangan mencoba untuk mengajari mereka bagaimana menulis kode sama sekali; sejujurnya ini lebih mirip seperti studi banding dibanding mengajarkan mereka untuk membuat program. Kita tidak mencoba untuk membuat game komersiap yang akan polish dan siap dijual. Itu adalah sesuatu yang cocok diberikan ke anak-anak yang lebih besar yang akan mengerjakan game jam ke 10 atau lebih. Tujuan di sini adalah untuk membangun suatu hal yang menyenangkan, seperti benteng dari bantal sofa, atau rumah pohon. Kamu akan mengerjakan sebagaian besar pekerjaannya, tapi kamu dan para siswa yang akan mendapat keungtungan besar.

Pertama, persiapkan dirimu

Walau mengumpulkan alat dan persiapan adalah tahap awal dalam berbagai kegiatan kreatif, jika anakmu ingin membuat lukisan, mereka akan kecewa jika diminta untuk ikut belanja bahan di toko seni.

Jika kamu belum pernah membuat game sebelumnya, tahap persiapan ini akan menjadi tantangan besar. Kita butuh sesuatu yang menyenangkan, tapi bukan sesuatu yang kamu bayangkan mereka hanya duduk diam dan melihat. Ikuti beberapa game jam individu terlebih da hulu, lalu bagikan pengalaman atau kemampuan barumu. Kamu tidak harus jadi pakar pembuatan game, cukup menjadi antusias dan dengan semua perkakas di tangan.

Jika kamu sudah membuat beberapa game, kamu akan tahu bahwa proses yang penting adalah memastikan produktifitas meningkat sembari mengumpulkan tools, membuat folder baru, membuat script kosong dari proyek kamu, dan mengumpulkan gambar.

Lewarti langkah pertama

"Mulailah di garis finish! Mulai dari game yang simple, dan mengubahnya terus sampai ketertarikan menurun." Farbs pembuat Captain Forever

Menyiapkan 'kerangka proyek' adalah hal yang penting jika kamu ingin proses awal yang lancar. Sebelum kamu menempatkan seoranga anak dalam proyek game, kamu harus menyiapkan sebuah MVP (minimum viable product) yang berisi kebutuhan dasar dari sebuah game: beberapa inisialisasi, fitur untuk bergerak, memicu suara, dan deteksi tabrakan.

Salah satu cara paling cepat adalah dengan mengunduh satu dari ratusan 'starter kit' dari asset store game engine yang kamu gnakan, atau menyalin inti dari game lama yang pernah kamu buat, seperti dari entri game jam. Starter kit seperti ini, tersedia dalam versi gratis dan beberapa dolar, mencakup semua mekanik yang dibutuhkan sebuah game sederhana, baik game platformer, shooter, atau puzzle.

Sebelum kamu membuat MVP yang siap untuk diotak-atik, kamu perlu bicara dengan calon muridmu dan mencari gambaran apa hal yang dibayangkan oleh para murid. Kamu punya banya ruang untuk mengusulkan fitur atau mekanik gameplay yang kamu nyaman untuk buat, dalam hal 'bisa secara teknis' dan 'mudah diimplementasi". Semakin muda si anak, semakin besar kemungkinan hal yang mereka inginkan mirip dengan game yang saat itu menjadi favorit mereka.

Dalam kasus saya pribadi, pengalaman yang kami miliki bersama adalah permainan LEGO, yang merupakan salah satu game AAA yang paling ramah terhadap anak-anak. Saya mulai dengan mencari di Unity Asset Store dan membeli starter kit game platformer yang murah. Jika muridmu menyukai Minecraft, kamu perlu bekerja dengan voxel, ada banyak starter kit yang tersedia yang senilai dengan harga sebuah pizza.

Kids love Minecraft

Melewati langkah pertama ini juga memastikan kamu akan selalu punya kanvas kosong yang 'pasti bekerja' sebagai media eksperimen dan bisa langsung mulai beraksi dalam waktu singkat. Jangan membuat project baru saat anakmu memperhatikan; saat kamu membutuhkan keterlibatan mereka, momennya sudah lewat.

Saya tidak meminta anak saya duduk di depan komputer dan berhatap dia akan mulai mengetik. Saya memulai percakapan dengannya tentang apa yang ingin kami capai bersama, dan mengerjakan game tersebut dengan arahan penuh semangat dari sang anak.

Contoh sesi pelajaran

Anak saya duduk di pangkuan saya duduk di pangkuan saya selama sepuluh menit dan memberi tahu saya apa yang ingin saya implementasikan di dalam game. Dia senang sekali mencoba memainkan setiap build dan memberi saran untuk perbaikan. Dia merancang karakternya sendiri dengan krayon, dan meminta saya untuk membuat versi 3D dari imajinasinya tersebut.

Cara ini berkerja dengan cukup baik, dan tanpa perlu sering saya ingatkan, dia sering meminta untuk kembali mengerjakannya, beberapa kali seminggu, untuk bersenang-senang.

Rasanya seperti membangun pesawat luar angkasa LEGO dengannya, aktifitas yang memakan waktu cukup lama yang menyenangkan di beberapa tahun terakhir, karena itu adalah pengalaman kolaboratif di mana kami membangun sesuatu bersama-sama.

Saat saya sudah membuat kucing bisa berlari dalam game, saya tunjukkan padanya. Dia sangat terpukau. Sangat senang. Game itu langsung berjalan untuk dia dan tangannya yang masih ceroboh. Dia tidak bisa mati dalam game. Game tidak pernah memberitahunya kalau dia gagal. Akhirnya game itu menjadi lebih seperti 'mainan' daripada game.

Proses yang berjalan

Kami duduk bersama, dan saya membuat apapun yang dia inginkan.

"Butuh benda-benda yang bisa dihancurkan. Apa bisa ayah buat agar kita bisa menghancurkan semuanya? Bisakah saya dorong mobil-mobil itu ke jurang?"

Begitu diimplementasi, dia akan memohon untuk memainkan game, dan saat dibolehkan, dia akan terus mendorong mobil ke jurang di ujung peta dengan teliti selama masih dibolehkan! 

My son's game

Kami akan bermain bersama dan membuat lubang di berbagai gedung sambil makan sushi, terasa seperti waktu liburan musim panas, bebas dari aturan, tanpa kondisi 'jika kamu kalah maka permainan akan berakhir'. Dia akan tertawa, dan saya ikut tertawa, dan itu terasa seperi membangun istana pasir di pantai atau memanjat dinding di arena bermain.

Mungkin terdengar aneh, tapi saya tahu momen-momen ini akan menjadi kenangan bahagia yang saya ingat sampai puluhan tahun dari sekarang. Saya dan anak, bermain game yang saya buat dengan bantuannya.

Hasil akhir produk

Memang game yang kami buat penuh bug, terlihat murahan, rusak, tidak mulus, dan seperti dipasang seadanya dengan lakban. Seperti pesawat luar angkasa yang dibuat dengan kardus dan panel tombol dan kabel yang digambar dengan krayon. Lukisan anak yang belum selesai, kekacauan yang tidak terlihat sepertu game.

Tapi game itu memiliki nilai jauh lebih besar untuk saya. Bagi saya, game tersebut adalah perwujudan dari mimpi saya dalam hidup, dengan beberapa hari yang dilalui jauh dari stress.

Bagimu, Kitty Game adalah game sandbox physics dengan delapan kucing konyol yang berlari ke sana kemari menghancurkan mobil dan rumah, dikejar oleh anjing yang jahat, dan memakan sushi yang enak.

Tidak ada tujuan yang jelas untuk game ini, tapi yang lucu adalah, banyak orang yang terus memainkannya untuk waktu yang cukup lama.

Tips dan Trik

"Tidak ada cara lebih baik untuk menanamkan kebencian terhadap sesuatu pada anak dibanding membuat sesuatu bersifat wajib." -- Tom Farro

Hindari keyboard

Kontrol menggunakan keyboard itu memusingkan. Dihadapkan dengan lebih dari 100 tombol, masing-masing dengan lambang rumit yang mungkin dimengerti atau tidak, anak-anak akan merasa tidak tertarik. Mereka memikirkan tentang menekan Delete atau Escape, dan keyboard kemungkinan akan digunakan oleh guru.

Sebagian besar anak diajarkan oleh orang dewasa yang gugup bahwa beberapa tombol di keyboard berisi jebakan, dan akan menyebabkan banyak hal buruk terjadi. Siapa yang tidak pernah memperingatkan anak kalau mereka bisa menghapus pekerjaan penting jika mereka bermain-main dengan keyboard kita.

Dengan alasan ini, saya sarankan untuk mengimplementasi kontrol menggunakan gamepad secepatnya. Bahkan anak kecil berumur dua tahun sudah bisa menggunakan joystick dan menekan tombol pada gamepad.

Atau, jika game dimainkan di perangkat dengan layar sentuh, kamu akan lihat kalau anak-anak senang sekali menekan-nekan layar.

Alasan saya selalu menyiapkan perangkat kontrol alternatif di tangan anak adalah karena mereka bisa memilki perasaan pegang kendali, walau sebenarnya dijauhkan dari pembuatan kode yang sebenarnya.

Format yang ideal adalah untuk menyimpan dua kursi di depan komputermu. Anak tersebut memegang sebuah gamepad dan duduk di sebelah orang dewasa yang mengetik di IDE dan membuat build game untuk dicoba. Kamu juga memiliki sebuah gamepad, agar kalian berdua bisa bermain bersama di setiap iterasi.

Lakukan hal tersebut sesering mungkin: setelah setiap baris kode atau setelah mengubah variabel di editor. Dengan begitu sesi bekerja pendek, dan menghadiahi anak atas kesabarannya dengan sesi bermain.

Lebih banyak bermain daripada bekerja

"Saat bekerja dengan anak kecil, saya mengerjakan programming, tapi mereka memberi tahu apa yang perlu dilakukan di setiap langkah selama pembuatan game. Saya meminta mereka menggambar dan memilih warna" -- Sarah Northway, pengembang Rebuild dan separuh dari Northway Games.

Satu cara yang saya lakukan untuk membuat sesi kami menyenangkan adalah dengan memberi waktu yang banyak untuk setiap sesi playtest, sembari membuat sesi bekerja sangat pendek, sekitar dua sampai lima menit.

Setiap selesai sesi, saya tanya murid saya apa yang perlu diubah. Contoh permintaan yang muncul diantaranya "Apakah kita bisa berikan pedang petir?" dan "Kita seharusnya bisa melompat lebih tinggi".

Proses pengembangan dengan metode iteratif ini mengajarkan beberapa konsep penting untuk semua developer: disiplin, kesabaran, dan pola pikir eksperimental dan iteratif. Dampak dari perkembangan kecil yang dilakukan terus menerus, dan memberi tahu berbagai batasan yang kita semua akan hadapi.

Harapkan dan terima kegagalan

Kamu pasti akan diminta untuk membuat sesuatu yang akan makan waktu terlalu lama, atau yang secara teknis tidak bisa dilakukan di engine yang kamu gunakan.

Anak-anak akan bisa menerima kondisi ini, sama seperti mereka menerima kondisi bahwa tidak semua rancangan LEGO dibuat untuk bisa berdiri dengan baik, dan tidak semua lukisan jari terlihat seperti benda yang dilukis.

Pemikiran untuk menerima hasil yang tidak sempurna, hasil yang tidak sebagus yang kita bayangkan, adalah kunci untuk menjadi seorang pengembang perangkat lunak. Kamu akan mencoba beberapa hal. Dan mereka akan meledak di hadapanmu. Pada akhirnya kamu akan bisa membuat mereka bekerja, dan kamu bisa melanjutkan pekerjaan lain, walau fitur tersebut ternyata kurang bagus, tidak seperti yang kamu bayangkan di awal.

Semakin ambisius imajinasi yang bersangkutan, semakin besar juga kekecewaan kreatif yang akan dihadapi. Saya rasa ini adalah pelajaran yang sangat penting dalam hidup. Bukan pandangan negatif atau sinis terhadap dunia, tapi justru cara yang sehat untuk hidup. Dalam hidup orang dewasa akan banyak hal yang berkembang lebih lambat dari yang direncanakan, rasa frustasi sepanjang jalan menuju tujuan yang besar, dan rintangan yang seringkali dihadapi.

Kesabaran dan iterasi

Untuk anak yang sangat muda seperti anak lelakiku, mereka belum benar-benar belajar membuat kode, mereka hanya belajar bahwa melakukan apapun membutuhkan banyak kesabaran. Sekarang dia tahu apa itu 'bug', dan bagiamana orang dewasa memperbaikinya: coba dan gagal, terus menerus, sampai hal yang rusak akhirnya bekerja, seperti membuat sebuah menara balok yang sangat tinggi.

Etika kerja 'coba, dan coba lagi' sangat penting untuk semua bidang teknik dan sains, dan bukan hanya menjadi dasar pengembangan perangkat lunak, tapi sampai hal perkembangan diri.  Kembali ke papan gambar! Waktunya untuk desain ulang! Versi pertama belum stabil! Semua ini adalah istilah yang sering kita ucapkan saat bermain dengan LEGO, set kereta, istana pasir, atau balok untuk membangun. Berbagai hal tidak langsung bekerja di percobaan pertama, tapi dengan proses perkembangan iteratif yang dilakukan dengan teliti kita bisa membuat berbagai hal yang luar biasa.

Memilih tujuan yang realistis

Seperti sebuah menara balok yang terlalu percaya diri tapi memiliki bagian atas yang terlalu berat, anak-anak dan orang dewasa sama-sama memulai sebuah mimpi terlalu besar dan tidak reaslistis. Kesabaran dan reaksi positif terhadap kegagalan kecil sepanjang jalan di proyek besar akan membantu anak-anak tersebut di sepanjang hidup mereka.

Tidak ada yang akan berjalan dengan sempurna di percobaan pertama, baik saat ini, saat duduk di pangkuan ayah membuat video game, membangun mobil RC sepuluh tahun lagi, atau sebagai orang dewasa yang mengerjakan mesin roket berikutnya dari NASA.

Dasar pengembangan perangkat lunak

Dengan menjelaskan konsep dan ringtangan sepanjang jalan, kita sudah meliputi sangat banyak topik yang berat. Murid saya yang bersemangat sekarang sudah mengerti secara kasar konsep seperti deteksi tumbukan, efek suara, gravitasi, kamera, dan apa itu source code. Dia mengerti bedanya editor dan hasil kompile yang berupa executable.

Dia berusaha memahami prefab dan sistem partikel, dan mengerti apa itu proyektil dan pickups. Dia mengerti tentang menu utama dan overlay HUD untuk menghitung skor, timer dan event, apa itu 'respawn', dan bagaimana dia bisa menghentikan pemicu seperi onCollision untuk menjalankan sejumlah kode khusus (seperti membuat sesuatu meledak).

Kid making game

Kamu akan takjub dengan tingkat pemahaman tentang sistem game dan simulasi yang bisa dicapai anak-anak, bahkan umur pra-sekolah, dengan batasan tertentu. Saya pikir konsep-konsep ini (simulasi, gravitasi, dan prinsip kode yang dipicu oleh event) akan membuat dia lebih siap untuk sekolah tingkat taman kanak-kanak di September nanti, dan mereka tidak perlu kemampuan matematika, bahkan anak kecil bisa memperkirakan sesuatu berdasarkan pengalaman mereka di dunia nyata, dan bahkan anak-akan pra-sekolah bisa memikirkan gravitasi.

Bahkan di tingkat yang sangat dasar ini, murid pra-sekolah saya sudah belajar bukan hanya topik spesifik seperti apa itu level, gravitasi, tumbukan, simulasi, dan lain-lain, tapi juga tentang desain dan manajemen proyek: menghadapi frustasi dan repetisi, coba dan gagal, sikap disiplin untuk mengerjakan sesuatu yang membutuhkan lebih dari satu sesi untuk penyelesaiannya. Hal-hal ini adalah alat yang berharga yang sudah pernah mereka alami saat membuat struktur LEGO yang awalnya tidak stabil. Mentalitas 'kembali ke papan gambar' yang dibutuhkan dalam pengembangan game, dibutuhkan juga oleh proses pendewasaan.

"Anak-anak belajar bagaimana menerima seni dan teknologi dengan membuat game. Itu adalah cara yang baik untuk membuka pandangan tentang potensi karir di teknologi selama hal tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu." -- Stacey Mulcahy, YoungGameMakers

PWC video game challenge

Buat game bersama!

Mungkin kamu punya seseorang yang lebih muda yang suka membuat game. Apakah mereka pernah bertanya bagaimana game itu dibuat? Kamu adalah orang yang suka membaca tutorial gamedev. Kamu mungkin sudah pernah membuat game kamu sendiri. Sudahkah kamu berbagi pengetahuan dan semangat ini dengan mereka? Tidak ada yang terlalu awal.

Kenapa tidak mencoba membuat game dan berbagi pengalaman bersama, peluang untuk belajar, dan rasa senang dari proses kolaborasi membuat sesuatu dengan seseorang yang kamu sayangi. Buatlah sebuah game dengan seorang anak kecil. Hal itu bisa dicapai dan akan menguntungkan kalian berdua. Kamu mungkin akan terkejut dengan betapa pintar anak-anak, jika mereka diberi kesempatan untuk mencoba. Semoga beruntung!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.